Cara Budidaya Lele Sistem Boster (2)




Salam rekan-rekan di dunia basah perlele-an. Kembali membahas kepada topik pembahasan mengenai cara budidaya lele sistem boster yang telah ditulis pada artikel sebelumnya : Cara Budidaya Lele Sistem Boster. Beberapa poin yang belum dibahas pada artikel sebelumnya adalah:

  • Melakukan manajemen sortir lele berdasarkan ukuran
  • Persiapan panen
  • Pemasaran

Melakukan manajemen sortir lele berdasarkan ukuran




Salah satu hal yang penting dilakukan dalam budidaya lele adalah melakukan sortir ikan lele sesuai dengan ukurannya. Hal ini dilakukan dengan tujuan menghindari saling memakan (kanibalisme) diantara ikan lele. Jadi jika ada ikan lele dengan ukuran yang lebih besar akan cenderung memakan ikan lele dengan ukuran yang lebih kecil.

 

Cara Budidaya Lele Sistem Boster


Perkembangan ilmu pengetahuan yang cukup pesat saat ini memungkinkan kita untuk melakukan rekayasa pertanian salah satunya adalah ternak lele. Dengan begitu pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan tentunya memberikan dampak positif di berbagai bidang. Bagi kita yang bermain di dunia peternakan lele misalnya, juga terkena imbas dengan semakin mudahnya berternak lele yang menghasilkan output produksi lele yang meningkat dengan biaya yang lebih efisien.

Salah satu teknik budidaya lele yang sedang naik daun saat ini adalah teknologi budidaya ikan lele dengan sistem boster. Tentunya rekan-rekan pasti banyak bertanya-tanya, lantas bagaimana cara budidaya lele sistem boster ini? Pada artikel berikut ini, kami akan coba sharing pengalaman dari berbagai pelaku usaha di industri lele khususnya untuk industri hulu yaitu peternakan lele…

Tahap persiapan berternak lele dengan sistem boster

Bertani lele dengan menggunakan sistem boster dikenal dengan sistem yang mudah, efektif, dan efisien. Selain mendapatkan hasil panen yang lebih daripada menggunakan sistem lainnya, bertani lele dengan sistem boster juga bisa menekan biaya produksi khususnya di pakan sehingga mencapai efisiensi biaya produksi. Nah, lantas bagaimana tahap persiapan berternak lele dengan sistem boster, mari kita simak ulasan yang telah dirangkum dalam beberapa poin berikut ini:

  1. Mempersiapkan media kolam
  2. Melakukan manajemen air
  3. Melakukan manajemen pakan
  4. Melakukan manajemen sortir lele berdasarkan ukuran
  5. Persiapan panen
  6. Pemasaran

Mempersiapkan media kolam

Kolam merupakan media yang sangat penting untuk lele. Tidak hanya sebagai wadah, tetap kolam juga merupakan habitat lele yang harus disesuaikan dengan kondisi alam lele. Oleh sebab itu, persiapan media kolam tidak sembarangan. Sebagai contoh, apabila kita yang merupakan orang yang tinggal di tepi pantai dengan kondisi alam yang terbiasa dengan udara panas pantai, kemudian kita pindah ke daerah pegunungan yang memiliki iklim cuaca yang dingin, maka kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Namun, jika kondisi ini berlaku pada binatang, tentunya binatang tidak bisa serta merta menyesuaikan diri dengan lingkungannya karena keterbatasan akal dan peralatan yang bisa dia miliki, tidak seperti manusia. Sudah barang tentu hal tersebut akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang ikan ataupun hanya sekedar bertahan hidup di lingkungan yang baru.

Oleh sebab itu, melakukan persiapan kolam sangat penting bagi kita para peternak lele. Kita juga harus mengkondisikan kolam sesuai dengan habitat lele sebenarnya yang ada di alam. Misalnya, jika habitat lele tersebut biasanya ada di kolam yang relatif butek karena alamiah, maka kita harus membuat nuansa kolam serupa agar lele merasa seolah-olah benar-benar ada di habitat sebenarnya.

Biasanya budidaya lele dengan sistem boster ini menggunakan media kolam fiberglass. Kolam fiber tersebut di desain khusus menggunakan skema central drain atau pembuangan tengah dengan tujuan untuk mempermudah pengurasan dan pembersihan kolam. Adapun untuk budidaya lele pedaging biasanya menggunakan kolam fiber bulat. Mengapa? Karena berdasarkan hal-hal yang sudah “dititeni” oleh para pelaku lele, kolam fiber bulat ini tidak memiliki sisi-sisi pojok yang banyak menimbulkan lumut dan mengundang kerumunan lele, yang pada akhirnya juga bisa menimbulkan sifat kanibalisme lele muncul. Selain itu bulatnya kolam juga memberikan kemudahan lele untuk bergerak dan secara alamiah seolah-olah lele hidup di media yang luas.

Melakukan manajemen air

Manajemen air harus sangat diperhatikan dalam budidaya lele sistem booster. Salah satu cara melakukan manajemen air adalah dengan membuka central drain yang berada di tengah kolam ketika air di kolam sudah cenderung kotor. Adapun tujuan penggantian air adalah untuk menghilangkan virus atau penyakit yang bisa menjangkiti lele.

Dengan sistem bejana berhubungan, kita bisa mempermudah skema pengurasan dan pembersihan air. Dengan cukup membuka pipa paralon yang ada di luar kolam, maka secara otomatis air akan keluar dari kolam menuju tempat yang lebih rendah. Dengan demikian semua air dan kotoran yang mengendap paling bawah bisa langsung terbawa keluar pipa. Jika dirasa sudah cukup pengurasannya, Anda hanya cukup dengan memasang pipa kembali.

Melakukan manajemen pakan

Tidak hanya pada budidaya lele dengan menggunakan sistem boster tapi juga budidaya lele dengan metode apapun pakan itu harus diperhatikan. Pakan merupakan hal pokok bagi makhluk hidup tidak terkecuali lele. Tentunya dengan pakan yang baik dan teratur hasil dari panen lele akan sangat berpengaruh positif. Selain itu juga diperlukan multivitamin lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh lele dari penyakit dan proses perkembangan lele yang maksimal.

Lele adalah binatang pemakan segala. Sebenarnya cukup mudah dalam memberikan pakan lele. Karena bisa apa saja. Namun yang baik adalah dengan memberikan pakan yang halal dan baik pula. Pakan lele yang baik bisa menggunakan bahan-bahan alamiah yang ada di alam. Selain murah, hal alami juga dinilai lebih sehat. Namun ada beberapa jenis makan yang kurang sehat seperti ayam tiren dalam jumlah yang banyak. Beberapa jenis makanan alami sebagai contoh adalah telor keong, ayam tiren (dalam jumlah tertentu), sampai sisa makanan organik. Barulah kita berikan pelet sebagai penyeimbang pakan ternak. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir biaya pakan supaya lebih efisien.

Selanjutnya: Melakukan manajemen sortir lele berdasarkan ukuran