Tahapan Teknis Budidaya Ikan Lele




TAHAPAN TEKNIS

BUDIDAYA PEMBIBITAN IKAN LELE




 

Sebagai gambaran untuk satu kali proses pemijahan/ pengawinan ikan lele bisa diperoleh bibit lele sebanyak 30.000-50.000 ekor. Perlu di perhatikan untuk Divisi Produksi Bibit.

  1. Pemilihan Indukkan.

 Ciri-ciri induk lele jantan:

    • Kepalanya lebih kecil dari induk ikan lele betina.
    • Warna kulit dada agak tua bila dibanding induk ikan lele betina.
    • Urogenital papilla (kelamin) agak menonjol, memanjang ke arah belakang, terletak di belakang anus, dan warna kemerahan.
    • Perutnya lebih langsing dan kenyal bila dibanding induk ikan lele betina.
    • Bila bagian perut di stripping secara manual dari perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan putih kental (spermatozoa-mani).

 

 

  1. Ciri-ciri induk lele betina
  • Kepalanya lebih besar dibanding induk lele jantan.
  • Warna kulit dada agak terang.
  • Urogenital papilla (kelamin) berbentuk oval (bulat daun), berwarna kemerahan, lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus.
  • Gerakannya lambat, tulang kepala pendek dan agak cembung.
  • Perutnya lebih gembung dan lunak.
  • Bila bagian perut di stripping secara manual dari bagian perut ke arah ekor akan mengeluarkan cairan kekuning-kuningan (ovum/telur).

 

  1. Syarat induk lele yang baik:
  • Berat badannya berkisar antara 100-200 gram, tergantung
  • Bentuk badan simetris, tidak bengkok, tidak cacat, tidak luka, dan lincah.
  • Umur induk delapan bulan.
  • Frekuensi pemijahan bisa dua minggu sekali, masa subur selama 2-3 tahun.

 

  1. Ciri-ciri induk lele siap memijah

Induk lele yang siap untuk dikawinkan biasanya terlihat berpasang-pasangan pada kondisi air jernih, kejar-kejaran antara yang jantan dan yang betina.Induk tersebut segera ditangkap dan ditempatkan dalam kolam tersendiri untuk dipijahkan.

Untuk mengatur perkawinan Lele dilakukan dengan mencampur indukan di kolam yang keruh.Tidak perlu khawatir, ikan Lele yang sudah berumur lebih dari 8 bulan sudah tahan terhadap kondisi air yang ekstrim sekalipun (kecuali limbah kimia).

 

  1. Perawatan induk lele:
  • Selama masa pemijahan dan masa perawatan, induk ikan lele diberi makanan yang berkadar protein tinggi seperti cincangan daging bekicot, larva lalat/belatung, atau pellet. Ikan lele membutuhkan pellet dengan kadar protein yang relatif tinggi, yaitu sekitar 60%.
  • Makanan diberikan pagi hari dan sore hari dengan jumlah 5% dari berat total ikan.
  • Segera pisahkan induk-induk yang mulai lemah atau yang terserang penyakit untuk segera diobati.

 

  1. Kolam Perkawinan/Pemijahan.

Kolam terpal pemijahan yang kita pakai berukuran 3 x 4 x 0,4 yang akan berisi 1 indukkan jantan dan 2 indukkan betina. Sebelumnya divisi produksi pembibitan harus membersihkkan kolam terpal yg baru atau habis terpakai dan mengecek kualitas kadar air yg akan dipakai. Setelah itu masukkan air jernih pada kolam pemijahan.Lalu pasang kakaban, bisa dibuat dengan ijuk yang dijepit dengan bambu seukuran area kolam.Gunakan pemberat agar kakaban tersebut tenggelam tidak mengapung di atas permukaan air.Kakaban berfungsi agar telur hasil pemijahan tidak berhamburan dan mudah dipindahkan.Buatlah kakaban sekokoh mungkin agar tidak berantakan oleh indukan yang aktif.Air untuk pemijahan ikan lele harus kaya oksigen, oleh karena itu berikan aerasi pada kolam pemijahan.

  1. Pemijahan.

Waktu yang tepat untuk memasukan indukan kedalam kolam pemijahan adalah sore hari. Biasanya ikan lele akan memijah sekitar pukul 23.00 hingga pukul 05.00.Induk untuk pemijahan ini hendaknya dipilih yang benar-benar telah matang telur yang dikandungnya dan siap memijah.Dalam hal ini perlu keterampilan khusus dari Divisi Produksi Bibit untuk mengetahui kondisi indukan yang memang benar-benar sudah siap untuk memijah (kawin). Bila salah satu induk kurang siap untuk memijah, maka akan terjadi kegagalan pemijahan.

Selama proses pemijahan ikan lele kolam harus ditutup, untuk mencegah induk ikan loncat keluar kolam. Pada pagi hari, biasanya proses pemijahan sudah selesai. Telur akan menempel pada kakaban. Telur yang berhasil dibuahi berwarna transparan sedangkan yang gagal berwarna putih susu.

bak fiber dinaiki 6 orang
bak fiber dinaiki 6 orang

Setelah proses pemijahan selesai, segera angkat induk dari kolam pemijahan ikan lele. Hal ini untuk menghindari telur disantap oleh induk ikan, karena setelah memijah induk ikan betina akan merasa lapar. Selanjutnya telur yang telah dibuahi ditetaskan. Penetasan bisa dilakukan di kolam pemijahan ataupun di tempat lain seperti akuarium, fiberglass. Selama proses penetasan suplai oksigen (aerasi) harus dipertahankan dan suhu distabilkan.

Telur yang telah dibuahi akan menetas dalam 24 jam menjadi larva. Setelah itu segera pisahkan telur yang gagal atau larva yang mati untuk mencegah tumbuhnya jamur. Larva yang menetas akan bertahan tanpa pemberian makanan tambahan selama 3-4 hari. Selanjutnya lakukan proses pendederan larva.

 

  1. Pendederan.

Benih ikan lele yang baru saja menetas tidak perlu diberi makanan.Benih-benih itu hidup dari menyerap kuning telurnya.Pada ikan lele habisnya kuning telur itu 3 hari.Jadi sesudah waktu 3 hari, benih ikan sudah dapat makan.Karena itu makanan biasanya harus tersedia.Umur 4 sampai 10 hari Larva diberi organisme hidup seperti cacing sutera (Tubifex), cuk (jentik-jentik), kutiair, dan sebagainya. Umur 11-25 hari larva Lele sudah bisa di beri makan pakan pabrik yaitu Fengli 0-1 berupa tepung pellet dengan kandungan protein 45%. Umur 26-35 hari larva diberi makan pelet PF 500 dengan bulir pellet 0,3mm. umur 35-45 hari larva di beri makan 781-1.

 

  1. Pemanenan.

Setelah masa pemeliharaan 1,5 bulan, larva lele telah menjadi bibit lele mencapai ukuran 5-8 cm dapatlah dipasarkan (dijual). Selama proses pendederan larva sampai menjadi bibit ukuran 5-8cm Divisi Produksi bibit harus memperhaikan Timbulnya hama penyakit secara cermat setiap hari. Pemberian pakan tidak boleh berlebihan, melainkan diberikan sedikit demi sedikit.pemberian pakan dihentikan. dalam sehari diberi pakan 3-4 kali sehari.

 Bersambung..

Pemilihan Bak Fiber Sebagai Media Pembesaran Ikan

bak fiberglass filter ikan koi
bak fiberglass filter ikan koi

Bagi Anda yang sedang atau baru mau berkecimpung dalam bisnis basah seperti perikanan, berikut ini merupakan salah satu ulasan mengenai tips memilih media pembesaran ikan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda!

Media dalam pemeliharaan ikan merupakan salah satu komponen utama yang harus benar-benar diperhatikan oleh sang peternak ikan. Sebab media pemeliharaan ikan merupakan habitat ikan, yang mana dapat sangat mempengaruhi mengenai hasil dari pembesaran ikan itu sendiri. Ikan bisa saja kuntet/kecil, atau sangat besar, padat berisi, kurus, dll salah satu faktor penting yang mempengaruhi hal tersebut adalah media tempat pemeliharaan ikan.

Bicara mengenai media pembesaran ikan, ada banyak media yang dapat dijadikan alternatif dalam memelihara ikan. Diantaranya adalah langsung di alam atau yang biasa disebut dengan nama empang! atau melalui media pemeliharaan khusus seperti kolam beton, terpal, akuarium kaca, dan bak fiber.

Dari berbagai macam jenis media pemeliharaan ikan tersebut, kali ini kita akan membahas mengenai bak fiber. Bak fiber sebagai media pemebesaran ikan. Memang apa sih kelebihan dari bak fiber ini? Berikut ini adalah ulasannya:

Kelebihan bak fiberglass sebagai media pemeliharaan ikan:

Mengapa Anda harus memilih bak fiber sebagai media pemeliharaan ikan? Berikut ini adalah kelebihan dari bak fiber:

  1. Mudah untuk dipindah-pindah (portability)
  2. Mudah untuk dibersihkan
  3. Mudah untuk pengurasan
  4. Mudah disesuaikan dengan luas lahan yang ada
  5. Awet dan tahan lama
  6. Bisa dijual kembali

Bak fiberglass mudah untuk dipindah-pindah. Layaknya wadah seperti ember, bak fiber sangat mudah untuk dipindah dan diatur sesuai dengan keingin kita dalam waktu yang temporer. Jika pada suatu saat kita ingin memindahkan bak fiber, karena tempat yang kita pakai adalah tempat orang lain yang sifatnya sewa, maka kita dengan mudah tinggal mengangkut bak fiber tersebut, kemudian memindahkan ke tempat yang baru. Bayangkan jika terjadi hal ini pada kolam beton, maka yang ada hanyalah tinggal mengikhlaskan saja atas kolam beton yang sudah kita buat.

Selain mudah untuk dipindah-pindah, bak fiber juga mudah untuk dibersihkan. Kendala dari kolam lainnya adalah membersihkan masalah lumut yang menempel di dinding kolam. Dengan bak fiber, kendala mengenai hal ini dapat diatasi dengan mudah. Cukup dengan menyiramnya dengan sabun pembersih lantai dsb, maka dengan sendirinya kerak atau lumut yang ada akan rontok. Membersihkan seperti halnya membersihkan ember!

Sebelum dibersihkan pastinya kita harus terlebih dahulu melakukan pengurasan bukan? Nah, bak fiber sangat mudah untuk dikuras. Dengan menggunakan skema fisika dasar yaitu tentang bejana berhubungan, maka cukup dengan mengangkat outlet pipa yang ada di luar bak dengan sendirinya air akan keluar terkuras. Kita tidak usah ribet-ribet untuk mengurasnya menggunakan ciduk gayung / ember / atau lainnya.

Bagi Anda yang ingin berternak ikan di lahan yang sempit, Anda tidak perlu khawatir! Dengan bak fiber, Anda dapat mengembangbiakkan ikan di lahan yang sempit. Ditambah dengan sistem perikanan modern dengan teknik boster, Anda dapat melakukan intensifikasi lahan dengan menghasilkan ikan yang berkualitas dengan jumlah yang juga tidak sedikit. Bak fiber dapat disesuaikan dengan lahan yang ada.

Kemudian mengenai tingkat keawetan, jangan ditanya lagi. Bak fiber merupakan salah satu media yang sangat rekomended untuk hal ini! Bak fiber dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama, lebih dari 10 tahun! Jika kita bandingkan dengan menggunakan kolam terpal, sangatlah berbeda. Memang diakui bahwa perbedaan ini sangatlah mencolok dari segi investasi awalnya. Namun dengan perhitungan investasi yang cukup dengan sekali, dibandingkan dengan peremajaan kembali kolam terpal, maka Anda akan memperoleh hasil akhir dimana kolam fiber lebih memberikan biaya yang efisien dalam jangka panjang.

Ini adalah salah satu strategi berjaga-jaga. Bilamana terjadi chaos akan usaha Anda di bidang perikanan ini, kemudian Anda ingin alih investasi di bidang lain. Anda tidak perlu khawatir. Investasi Anda yang sudah tertanam khususnya untuk media kolam fiberglass dapat Anda konversi lagi menjadi uang yang dapat digunakan untuk investasi usaha berikutnya. Dengan banyaknya petani ikan, penjualan kembali bak fiber juga terbilang cukup likuid atau mudah dan cepat terjual dalam jangka pendek. Jika Anda terburu-buru dan membutuhkan dana segar dalam waktu dekat, Anda bisa mencoba untuk menjual bak fiber tersebut ke pedagang / produsen bak fiberglass.

Jika Anda tertarik dengan bak fiber, Anda bisa menghubungi kami. Informasi mengenai kontak, silakan klik halaman berikut ini –> kontak kami.